Rabu, 09 November 2011

Jika Ego dan Keputusasaan Menyapa

Saat hati membeku, aku membatu tak berdaya. Pikiranku kosong melayang entah kemana. Sejuta pertanyaan berputar di kepala. Terus, aku terus mencoba sekeras mungkin untuk berfikir. Memaksa otak melakukan sesuatu yang mustahil hanya demi memuaskan ego hati. Apa yang kucari? Kemana perginya mereka?

Bingung, entah apa yang ingin dilakukan. Bibirpun kelu tak sanggup mengungkapkan apapun. Berharap waktu berputar kembali ke hari itu. Hari dimana tawamu menghiasi hariku, semuanya tak ada yang tersisa. Hanya lubang menganga yang makin membesar. Yang kulakukan hanyalah hal-hal bodoh yang tidak realistis. Hal-hal yang tak pernah kulakukan bahkan terbesit diotakku sekalipun.

Asaku telah rapuh termakan waktu. Detik demi detik, waktu demi waktu, hari demi hari, yang kutemukan hanyalah lautan keputusasaan yang terus memanggil namaku. Menggodaku masuk kedalamnya, tenggelam bagai bangkai tak dianggap.

Kemana? Kemana perginya?
Apa semuanya telah berubah?
Apa kau biarkan aku terseok-seok dalam ketidakpastian?
Apa yang harus kulakukan saat bagian hatiku selalu bersamamu?
Apa yang harus kukatakan ketika kau baik-baik saja disaat aku diambang batasku?

Sang ego tertawa terbahak-bahak sang waktu hanya membisu, memandangku dengan tatapan nanar. Logika dan hati berperang sengit. Otakku mulai sinting saat tak satupun petunjuk yang kucari tak dapat terpecahkan.

Saat itu aku kembali padanya, kubasuhi diriku dengan air, kutundukkan kepalaku sedalam-dalamnya...

Ya Allah yang maha perkasa, berikanlah aku kekuatan atas cobaan yang kau berikan
Ya Allah yang maha pengampun, berikanlah saya jiwa pengampun, jangan biarkan amarah membutakan hati dan pikiranku
Ya Allah yang maha pemberi, berikanlah dia kebahagiaan, jangan pernah kau siksa dia, biarkan dia merasakan cinta dari orang yang dia sayangi
Ya Allah yang maha bijaksana, mudahkanlah aku dalam mengikhlaskan semuanya...

Saat itu aku termenung, merasa diriku ini memang bodoh. Jawaban yang kucari ada pada-Nya. Menyesal karena aku tak sesegera mungkin mencari-Nya. Allah yang memberikanku cinta, Allah pula yang merenggutnya kembali. Hanya untuk menunjukan kekuasaannya, bahwa tak pernah ada yang abadi,,,
Hanyalah Dirinya yang abadi... cinta-Nya pada umatnya yang tak pernah pudar.

Aku bersyukur, meski air mata ini tak pernah mengalir, meski bibir ini selalu membisu, meski hati ini tak dalam keadaan utuh, aku menemukan kembali apa yang kucari meski banyak yang terenggut.

Biarkan hatiku dibawa pergi sang mentari. Bawalah jauh...
Aku tidak sendiri...
Semua yang kucari ada disini, di dalam diriku...

Logika dan hati telah berdamai...
Kini mereka saling merangkul dan tersenyum...
Aku bisa merasakan kehangatan sang asa kembali..

Biarkan pergi..
Banyak hal di dunia ini yang lebih baik untukmu..
Mr. Logic

Jika itu baik untukmu, maka ia akan datang dengan sendirinya...
Tetapi jika itu buruk, maka ia akan pergi menjauh...
Syukurilah apa yang kau miliki, dan ikhlaskan apa yang bukan milikmu...
Miss. Heart

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar